Jumat, 11 November 2011

Bhs Indonesia - Jenis paragraf

Jenis Paragraf
Ada empat jenis paragraf yang dibahas, yaitu paragraf deduktif,
induktif, campuran, dan naratif. Perhatikan contoh berikut ini!

A. Deduktif
Ada beberapa penyebab kemacetan di Jakarta. Pertama,
jumlah armada yang banyak tidak seimbang dengan luas jalan.
Kedua, kedisiplinan pengendara kendaraan sangat minim. Ketiga,
banyak tempat yang memunculkan gangguan lalu lintas, misalnya
pasar, rel kereta api, pedagang kaki lima, halte yang tidak
difungsikan, banjir, dan sebagainya. Keempat, kurang tegasnya
petugas yang berwenang dalam mengatur lalu lintas serta menindak


para pelanggar lalu lintas.
Ciri - ciri
1. Kalimat utama berada di awal paragraf.
2. Menyatakan dari hal yang umum (luas) ke hal yang
khusus.

B. Induktif
Guru menguasai materi dengan baik. Siswa terkelola dalam
suasana pembelajaran yang kondusif. Proses pembelajaran aktif
dan partisipatif. Evaluasi dilaksanakan sebagai pengukuran tingkat
penyerapan siswa. Hal-hal di atas merupakan indikasi menuju
keberhasilan pembelajaran di kelas.
Ciri : Ciri
1. Kalimat utama berada di akhir paragraf.
2. Menyatakan dari hal yang khusus ke hal yang umum
(luas).

C. Campuran
Bahasa sangat penting dalam kehidupan kita. Untuk berkomunikasi
kita menggunakan bahasa. Untuk bekerja sama kita
menggunakan bahasa. Untuk mewarisi dan mewariskan kebudayaan,
kita memerlukan bahasa. Sekali lagi, betapa pentingnya
bahasa bagi kehidupan kita.
Ciri - ciri
1. Kalimat utama berada di awal dan ditegaskan kembali
pada akhir paragraf.
2. Menyatakan dari hal yang umum (luas) ke hal yang khusus
dan ditegaskan kembali pada hal yang umum (luas).



D. Naratif
Seseorang sedang menyapu sambil menembang. Pak Mo
mengumpulkan daun-daun kering di sudut halaman. Esok hari
pekerjaan yang sama menghadang di tempat yang sama. Daundaun
jatuh dan Pak Mo menyapunya lagi. Begitulah rupanya hakikat
dari hidup, selalu menuntut dibersih-bersihkan karena sampah
dapat datang setiap saat, setiap desah nafas.
Ciri : ciri
1. Semua kalimat dalam paragraf itu terintegrasi secara baik;
menggambarkan pikiran yang terdapat dalam paragraf
itu.
2. Semua kalimat merupakan satu kesatuan isi. Satu kalimat
pun tidak boleh sumbang.

Ayo berkomentar !